Skip to main content

Lika-liku Kehidupan Jobseeker di Masa Pandemi Covid-19

Entah ada angin apa, tetiba diri ini ingin menulis blog. Mencoba mengingat sepertinya udah punya akun blog dan ketika coba login baru sadar kalo alamat blog ini sangat formal, pake nama diri wkwkwkw. Tak apalah intinya memang blog ini untuk menceritakan keluh kesah kehidupan yang layak untuk dibagi hehe.

Okeee, bicara tentang tahun 2020, hmmm banyak sekali kejutan ya di tahun yang angkanya cantik ini. Dan di penghujung tahun 2020, ternyata saya berstatus sebagai jobseeker. Tidak mudah memang mendapatkan pekerjaan di masa pandemi Covid-19. 

Jika mau flash back,  dulu ketika saya lulus dari S1 matematika tak disangka tak dinyana, Tuhan sungguh amat baik, tak sampai sebulan saya langsung mendapat pekerjaan yaitu menjadi Guru matematika di SMA Kristen Gloria 1 Surabaya. Ini merupakan pertama kali saya merasakan bagaimana proses rekrutmen. Prosesnya sangat terhitung cepat, setiap minggu selalu ada proses, dari proses minggu pertama bertemu HRD mengisi form lengkap, lalu interview dengan kepala sekolah, dan mengerjakan soal matematika 5 nomer, lalu langsung microteaching di depan siswa yang masuk kelas unggulan. Materi microteaching waktu itu bener-bener dadakan, saya membuat powerpoint materi langsung di tempat kurang lebih diberi waktu 20 menit, karena ternyata info materi microteaching yang diberikan sebelumnya tidak sesuai dengan materi yang akan diajarkan hari itu. Namun untungnya, semua berjalan mulus, kelas yang saya masuki karena merupakan kelas unggulan jadi sangat aktif dan kelas sangat hidup. Betapa menyenangkan kala itu, pertama kali masuk kelas besar dan mencoba mengajar! Selanjutnya proses rekrutmen minggu kedua, dengan HRD yaitu psikotest yang sangat melelahkan, pertama kalinya saya tes koran ya di rekrutmen ini. Psikotest di YPK Gloria sangat lengkap sampai tes  menggambar wartegg, pohon, dan orang. Saya belum ada pengalaman psikotest selengkap ini, jadi kemungkinan hasil psikotestnya benar-benar menggambarkan tentang diri saya. Dan ternyata saya lolos lagi di tahap ini, dan lanjut ke proses di minggu ketiga yaitu interview user. Di sini usernya adalah pimpinan yayasan dan kala itu ada 3 pimpinan yang menginterview saya. Benar-benar tanpa persiapan, saya menjawab berbagai pertanyaan dari bagaimana pengalaman mengajar hingga tentang iman Kristen. Tak di sangka saya bisa melalui proses ini dan dapat lanjut ke offering. Yaaa waktu itu offering dulu baru Medical Check Up (MCU). Tawaran gajinya cukup besar bagi saya yang fresh graduate dan apabila nanti lolos MCU tapi mengundurkan diri, maka harus mengganti biaya MCU sebesar 500ribu (kalau saya tidak salah). Namun apabila tidak lolos MCU atau lolos MCU dan tetap mengambil kontrak maka tidak perlu mengganti biaya MCU. Puji Tuhan, saya lolos, dan langsung bisa tanda tangan kontrak, serta minggu depannya langsung masuk. Apabila diringkas, menjadi bagian dari YPK Gloria sangatlah menyenangkan, selain dari pihak yayasan sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya namun juga lingkungan kerja yang dikelilingi rekan-rekan milenial yang sangat sefrekuensi membuat betah. Namun memang saya ada keinginan untuk lanjut studi, sehingga dengan sangat berat hati saya meninggalkan Gloria.

Oke, kembali ke masa kini, yaitu tahun 2020. Saya menyelesaikan studi S2 sebenernya dari bulan Agustus, namun karena ada pandemi maka wisuda pun diundur, hingga akhir Oktober. Yaaa walaupun sepertinya tidak terlalu lama, tetapi bagi saya yang sudah haus ingin segera bekerja itu terasa sangat lama. Jadi dari Agustus saya langsung apply ke semua lowongan yang sesuai dengan background pendidikan saya, entah itu lowongan untuk S1 Matematika atau S2 Statistika/Matematika saya lamar. Website loker favorit sejak zaman S1 adalah Jobstreet, karena yang pasang iklan di sana bukan perusahaan abal-abal atau semacam pialang. Jadi sangat aman untuk apply lowongan di Jobstreet menggunakan CV kita. Ingat, cukup CV ya, karena apabila kita menambahkan berkas yang lain, takut disalahgunakan oleh perusahaan yang belum tentu tertarik meng-hire kita. 

Undangan psikotest dan interview pertama setelah saya selesai studi S2 adalah dari MRI Research Indonesia sebagai Analis Market Digital. Lowongan ini saya dapat dari Jobstreet. Proses rekrutmen sangat cepat, karena memang lagi butuh urgent. Pagi psikotest menggunakan Google Meet, sorenya interview HRD, dan to the point, menanyakan apakah bisa langsung terbang ke Jakarta untuk bertemu user, dan saya langsung menyatakan tidak bisa :). Sebab di bulan September saya terlanjur terikat kontrak sebagai Petugas Sensus di BPS Sleman, jadi selama bulan September, tidak bisa meninggalkan kota Jogja tercinta :). Dengan cukup berat hati saya melepas tawaran ini. Selanjutnya, kembali saya mendapatkan undangan psikotest dan tes Excel di Teleperformance, yaitu salah satu perusahaan outsourcing yang bergerak di bidang Customer Service yang berkantor di Jogja City Mall. Kembali ini adalah lowongan dari Jobstreet dan posisi yang saya lamar adalah Reporting, jadi background pendidikan sangat masuk. Ketika saya mendapatkan telepon dan ditanya kapan bisa psikotest, saya menjawab dengan mantab "besok saya bisa", tanpa sadar dan berpikir ulang perlu belajar Excel. Yaaaah akhirnya saya gagal karena tes Excelnya amburadul, masih banyak yang error 😂. 

Di bulan September, saya cukup disibukkan dengan kegiatan sensus, hingga lupa cek halaman interview di Jobstreet, entah kenapa panggilan interview dari PT Benberg Arome Indonesia tidak masuk ke email, jadi  saya melewati panggilan interview ini. Padahal tawaran gajinya cukup menggiurkan. Namun sepertinya kembali lagi bukan rejeki saya.


Lalu di akhir September-Oktober, disibukkan dengan tes posisi semacam MT dari Bank Indonesia yaitu PCPM 35 dan dari BRI yaitu BRILian Future Leader Program (BFLP). Proses seleksinya selisih antara 10 hari-2 minggu untuk masing-masing. Di Bank Indonesia (BI), saya diberi kesempatan hingga tahap ketiga yaitu, mencicipi soal Tes Pengetahuan Umum (tentang BI secara umum), Tes Pengetahuan Kebanksentralan (tentang kerjanya BI), dan Bahasa Inggris. Sangatlah sulit bagi saya yang bukan dari ekonomi dan kurang mengikuti berita tentang BI. 

Untuk seleksi BFLP, saya mendapat kesempatan mengikuti sampai tahapan Psikotes, English Test, dan Wawancara Psikolog. Untuk psikotesnya tidak sulit, hanya waktunya sangat sangatlah terbatas, dan bentuk timernya hanya seperti sumbu yang semakin lama semakin habis ke kiri, jadi kita sebagai peserta tes tidak tahu waktunya kurang berapa detik lagi. Dan saya tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya.

Selain sibuk apply sana-sini, di bulan Oktober saya juga sibuk mengikuti kursus online di Dicoding mengenai Python, Machine Learning, dan aplikasi kognitif produk dari IBM. Kursus ini free dan merupakan beasiswa dari IBM x Dicoding. Cukup menyenangkan bisa belajar hal baru dan tentunya menambah skill dan sertifikat profesional yang dapat dituliskan di CV dan Linkedin😁 (btw, surprised lho pas fotoku terpampang di IG Dicoding😂)

Tanggal 25 Oktober wisuda, bahagia meskipun dilakukan secara daring namun masih ada yang kurang, bukan karena tidak bisa foto di depan rektorat ITS, tetapi karena saya belum mendapat pekerjaan. 

Masuk bulan November, saya kembali mendapat panggilan psikotest di PT Sutindo, lowongan ini saya dapat dari Job Fair Virtual Surabaya. Posisi yang saya lamar, sejujurnya saya lupa apply sebagai apa😆. Saya ingin sedikit mencurahkan keluh kesah proses rekrutmen di Sutindo. Untuk psikotest diminta untuk langsung hadir di perusahaan yang beralamat di Tanjung Sari Surabaya, sebenarnya tidak masalah, karena konsekuensi dari CV saya yang tertulis domisilinya masih di kost Surabaya. Undangan psikotest pukul 8 pagi, sampai aula tempat tes diminta terlebih dahulu untuk mengisi form yang cukup banyak isiannya. Di sini juga dijelaskan posisi apa saja yang lagi open recruitment dan boleh memilih maksimal 3 posisi, saya memilih yang sekiranya masuk sesuai jurusan saya atau yang semua jurusan yaitu Purchasing, Quality Management Representative, dan Inside Sales. Sekitar pukul 9 pagi, psikotest dimulai, jenis soal dan hampir 80% soal sudah pernah saya kerjakan sewaktu psikotest BRI, tambahannya adalah ada test koran, dan ini test koran ketiga kalinya yang pernah saya ikuti, setelah di Gloria dan Teleperformance. Psikotest berjalan dengan lancar walaupun melelahkan, hampir 3 jam otak terkuras dan tangan pegal. Psikotest Sutindo harus kuat dalam hitungan dan aritmatikanya. Selesai psikotest, langsung disebut nama-nama yang dapat mengikuti tahap selanjutnya yaitu interview HRD, dan nama saya kebetulan disebut. Setelah menunggu kira-kira 30 menit, saya dipanggil untuk interview HRD, cukup santai dan simpel pertanyaannya karena sesuai dengan form yang saya isi, semacam hanya konfirmasi dari apa yang saya tulis. Lalu diberi tahu jika setelah ini bisa langsung interview user jika user ada yang kosong waktunya. Sekitar 30 menit saya menunggu, kembali saya diminta ke ruangan sebelumnya, dan diberi tahu jika interview dilakukan dengan video call whatsapp, jadi diminta HP-nya untuk stand by. Interview dengan user purchasing beberapa pertanyaan yang saya ingat, diminta menceritakan tentang pribadi, kelebihan, kelemahan, pekerjaan bagaimana yang saya inginkan, serta gambaran tentang jobdesk purchasing. Di akhir interview, seperti biasa diinfokan jika hasil proses rekrutmen hari itu akan di-follow up ke atasan, dan diminta menunggu maksimal 2 minggu untuk proses selanjutnya. Minggu depannya, saya diminta untuk interview user kembali dan diminta hadir di Surabaya, waktu itu interviewer yang mengundang saya sudah tahu jika posisi saya di Jogja, namun tetap diminta secara luring untuk proses interviewnya. Saya ikuti prosesnya, saya juga belum tahu user yang mana yang akan menginterview nanti. Lokasi interviewnya adalah di toko Sutindo di Jalan Raden Saleh, undangannya adalah pukul 08.00, saya hadir pukul 8 kurang dan ternyata masih ada briefing pagi, saya menunggu hingga pukul 08.30 baru diminta naik ke ruangan interview. Kembali saya bertemu user yang minggu lalu sudah menginterview via WA ditambah dengan satu user dari purchasing juga. Pertanyaan yang diajukan sama ditambah 1-2 pertanyaan yang sebenernya juga mirip dari pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Dari sejak pertanyaan pertama tentang menceritakan diri, saya sudah tidak antusias untuk menjawab, dan hanya menjawab singkat dan seadanya. Ini didorong dari ketika saya menunggu untuk dipanggil interview, saya melihat langsung lingkungan kerjanya, seperti tidak sanggup apabila saya harus bekerja di lingkungan yang berisik yaitu seringnya suara besi itu beradu. Karena memang PT Sutindo merupakan perusahaan yang salah satunya bergerak di bidang distributor baja. Berbeda dengan suasana yang masih cukup tenang sewaktu test pertama di alamat Tanjung Sari. Interview juga berlangsung cepat hanya sekitar 15 menit, saya menanyakan kembali bagaimana prosesnya setelah ini karena saya juga akan segera pulang ke Jogja. Ternyata saya diminta untuk tidak pulang dulu, karena mungkin ada user lain yang tertarik untuk interview dan bisa dilakukan esoknya. Kamis sorenya saya tidak sengaja menelpon untuk menanyakan kepastian bagaimana esok hari, ternyata user lain masih sibuk dan saya dibolehkan untuk pulang. Jumat pagi saya pulang dari Surabaya, hari Sabtu, ada undangan interview user dan via Zoom. Saya bertanya-tanya kenapa tidak dari kemarin-kemarin interview secara daring, apalagi di masa pandemi ini. Hari Sabtu tidak jadi interview karena user masih sibuk, sehingga diganti hari Senin dan menggunakan vc WA. Pertanyaan kurang lebih sama dengan user sebelumnya, perbedaannya adalah ini user dari QMR, mereka menanyakan pekerjaan yang bagaimana yang saya inginkan dan mereka menjelaskan jika pekerjaan ini tidak sesuai dengan apa yang inginkan. Yaaaa, memang saya sudah tidak bisa menjawab dengan pilihan kata-kata supaya di hire karena memang sudah lelah dengan proses rekrutmen yang kurang efisien. Padahal di awal dijelaskan bahwa proses rekrutmen hanyalah seleksi administrasi, psikotest, interview HRD, interview user, terakhir offering. Dan mungkin memang doa dan harapan Bapak yang tidak ingin putrinya bekerja di perusahaan semacam ini, karena bapak ingin saya bekerja di pendidikan, syukur-syukur jadi dosen😌        

Dari Surabaya, saya banting stir melirik lowongan yang ada di barat, yaitu di Jakarta. Memang awalnya saya ingin bekerja di Surabaya, karena sudah cinta dengan kota yang tertata dengan sangat apik dan sangat nyaman. Lowongan di Jakarta memang lebih banyak ditambah pertimbangan lain jika saya tidak cocok dengan pekerjaan tersebut, untuk berpindah ke satu perusahaan ke perusahaan lain nantinya akan mudah. Akhirnya di Jobstreet saya pilih lowongan yang juga berada di Jakarta, salah satunya adalah sebagai Statistical & Forecasting Analyst Officer di PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) yang merupakan perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit. Selang waktu dari apply di Jobstreet dan mendapat calling dari HRD adalah sehari. Saya diberi kesempatan untuk mengikuti psikotest (TPA dan kepribadian) pada hari itu lalu esoknya interview HRD dan user. Memang PT BGA ini sedang membutuhkan urgent staf posisi ini. Interview user cukup santai, ditegaskan bahwa akan ada training langsung di perkebunan, jadi staf akan dikirim di perkebunan untuk mengetahui secara real gambaran perkebunan kelapa sawit itu bagaimana. Diberitahu juga jika air di sekitar perkebunan kelapa sawit itu kuning serta bagian divisi ini semuanya laki-laki. Mendengar ini respon saya seperti berat hati, namun tetap menjawab dengan antusias bahwa saya tidak masalah dengan keadaan tersebut. Namun sepertinya user dan HRD sangat bisa membaca respon jujur saya😂 Dan akhirnya tidak ada proses kelanjutannya lagi. 

Tanggal 11 November, iseng saya membuka grup dengan ratusan chat di dalamnya, tapi paling atas adalah tentang lowongan di BPK Penabur, bola mata saya membesar tatkala melihat ada lowongan untuk jurusan math/stat. Saya langsung membuat surat lamaran, me-merge-nya bersama CV, ijazah, transkrip, ktp, pas foto, dan SKCK lalu mengirim ke alamat email tujuan. Esoknya saya mendapat balasan email, ditanya kapan bisa dilakukan interview. Saya langsung kelabakan takut diminta interview luring dan wajib datang ke Jakarta, karena domisili tertulis menggunakan alamat rumah kakak ipar di Bekasi🙈 Cukup lama selang waktu saya membalas email dari sore hari ke pukul 21.00 karena saya menanyakan ke teman, berjaga-jaga jika luring maka saya akan 'ngrepoti' datang ke kosannya untuk numpang bermalam (dengan dilema takutnya saya bawa virus ke kost temen, jadi sangat berharap dapat dilakukan secara online). Akhirnya saya balas dengan menanyakan dilakukan secara online atau offline, ternyata semua proses rekrutmen dilakukan secara online. Puji Tuhan. Senin, 16 November dilakukan interview dengan HRD. Proses interview sangat santai, tidak tegang, apalagi sama-sama dari Jogja jadi sang HRD malah menggunakan kata 'panjenengan' untuk menyebut saya 😆. Diberitahukan bahwa proses rekrutmen pertama interview HRD, psikotest (kepribadian)-18 November, tes komputer-26 November, interview user-26 November, dan terakhir MCU. Psikotest dan tes komputer (word, excel, ppt) dipantau menggunakan google meet dalam proses pengerjaannya. Interview user menggunakan zoom, untuk pertanyaannya sangat berbobot dan teknis sekali, saya merasa jawaban saya kurang memuaskan. Kepala divisi juga memberikan tawaran-tawaran menarik terkait pengembangan karier di Penabur semakin membuat saya ingin menjadi bagian dari BPK Penabur. Intervew ini memakan waktu sekitar 1 jam, penuh ketegangan dan sangatlah memutar otak untuk menjawabnya, saya pun pasrah dengan hasilnya. Sekitar pukul 08.30 WIB interview selesai dan pukul 09.00 dilanjutkan tes komputer. Untuk tes komputer cukup lancar, karena masih basic untuk word dan ppt, dan intermediet untuk excelnya. Esoknya (27 November) saya mendapat email dari BPK Penabur untuk diminta melengkapi berkas lamaran, mengisi form Daftar Riwayat Hidup, dan diberitahu jika proses selanjutnya adalah MCU, serta yang membuat mata saya berbinar-binar adalah pertanyaan NOTE : Kira2 kapan anda bisa ke  jakarta?? Sungguh pertanyaan ini memberikan harapan sangat tinggi terhadap saya. 


Sebelum interview user Penabur, saya sempat menolak tawaran untuk langsung bekerja di posisi Purchasing Import PT Prajasatech Indonesia di Surabaya, kembali lagi ini lowongan dari Jobstreet. Saya dihubungi untuk bisa mencoba langsung bekerja di sana selama sehari dua hari, dan apabila cocok langsung bisa kontrak minimum sebulan. Awalnya saya cukup tertarik, namun lagi-lagi si Bapak tidak setuju saya bekerja di bidang ini, jadi dengan sangat halus namun tegas saya menolak dan tidak bisa untuk mengambil tawaran ini. 


Tanggal 27 November seharusnya jam 09.00 ada seleksi bootcamp dari Nexsoft (perusahaan IT) namun saya menolak untuk mengikuti seleksi sehari sebelumnya karena merasa belum pantas dan belum yakin dengan kemampuan diri di bidang programming. Di hari yang sama, pukul 13.00 juga sudah dijadwalkan dari tanggal 25 November ada wawancara dengan HRD dan user dari LPPM Ciputra posisi Research dan Publication Officer. Posisi ini juga menarik terlebih bergerak di bidang pendidikan dan penelitian, yang pastinya akan sangat mudah untuk mendapatkan restu dari orang tua. Seandainya proses rekrutmen lebih cepat, saya sangat serius untuk menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Entah kenapa ini kedua kalinya saya tidak berjodoh dengan Ciputra, tahun 2016 ada panggilan interview dari Sekolah Citra Berkat, namun saya sudah terlanjur mengikuti rekrutmen dari Gloria dan sampai tahap MCU. Tahun ini juga sama, saya sudah sampai tahap akan MCU di Penabur, dan saya akan memilih yang memberikan kepastian lebih cepat.

Tanggal 30 November pagi hari, dengan waktu yang hampir bersamaan saya mendapat email dari Penabur dan Ciputra, dari Ciputra ada undangan psikotest untuk esoknya dan harus datang ke Surabaya sedangkan dari Penabur meminta untuk MCU di Jogja dan bisa dikirim berkasnya via email dan fisik ke alamat yayasan. Tentunya hari itu saya lebih memilih untuk mengurus MCU dan tidak mungkin esoknya siap ke Surabaya, jadi saya dengan berat hati sudah siap untuk melepas kesempatan di Ciputra. Saya juga langsung ditelepon bagian HRD Penabur yang menjelaskan MCU apa saja yang diperlukan, untuk biaya MCU akan free apabila dilakukan di Jakarta namun jika dilakukan di luar Penabur, akan diganti sesuai nilai nominal plafon Penabur. Dijelaskan pula bahwa ini proses terakhir, apabila kesehatan tidak bermasalah, maka Rabu/Kamis bisa deal-dealan gaji, dan Senin sudah bisa bekerja jarak jauh alias WFH dan wajib masuk fisik tanggal 4 Januari 2021. Sungguh-sungguh sangat kilat prosesnya 💨 


Singkat cerita, akhirnyaaaaaaa di penghujung tahun 2020 saya diterima bekerja menjadi bagian staf BPK Penabur. Puji Tuhan, semoga saya dapat berkarya dengan baik di tempat ini.



Comments

Popular posts from this blog

Contoh Essay

Di bawah ini saya berikan contoh essay yang pernah saya ikutkan dalam perlombaan :) berikut linknya: Pentingnya Membangkitkan Roh Cinta Lingkungan Alam Lomba Esay FKUII Fenomena Gizi Buruk di Indonesia